Peraturan Pemerintah

PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA KE DALAM MODAL SAHAM PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT ANGKASA PURA I

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 40 TAHUN 1999
TENTANG
PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA
KE DALAM MODAL SAHAM PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT ANGKASA PURA I
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang :
a. bahwa untuk lebih meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usaha Perusahaan
Perseroan (PERSERO) PT Angkasa Pura I, dipandang perlu melakukan penambahan
penyertaan modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal saham Perusahaan
Perseroan (PERSERO) PT Angkasa Pura I;
b. bahwa kekayaan Negara Republik Indonesia yang dananya berasal dari Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 1996/1997 yang berupa fasilitas
bandar udara pada Bandar Udara Ngurah Rai, Hasanuddin, Sepinggan, Sam Ratulangi,
Adi Sutjipto, Adisumarmo, Selaparang, Achmad Yani, Pattimura, Frankaisiepo dan
Syamsudin Noor dapat ditetapkan sebagai pe-nambahan penyertaan modal Negara
Republik Indonesia ke dalam modal saham Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT
Angkasa Pura I;
c. bahwa penambahan penyertaan modal Negara tersebut perlu ditetapkan dengan dengan
Peraturan Pemerintah;
Mengingat :
1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945;
2. Undang-undang Nomor 9 Tahun 1969 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah
Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 1969 tentang Bentuk-bentuk Usaha Negara
(Lembaran Negara Tahun 1969 Nomor 16, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2890)
menjadi Undang-undang (Lembaran Negara Tahun 1969 Nomor 40, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 2904);
3. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseoan Terbatas (Lembaran Negara
Tahun 1995 Nomor 13, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3587);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 1992 tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan
Umum (PERUM) Angkasa Pura I menjadi Perusahaan Perseroan (PERSERO)
(Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 11);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan
(PERSERO) (Lembaran Negara Tahun 1998 Nomor 15, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 3731);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 1998 tentang Pengalihan Kedudukan, Tugas dan
Kewenangan Menteri Keuangan Selaku Pemegang Saham atau Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS) pada Perusahaan Perseroan kepada Menteri Negara
Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Tahun 1998 Nomor 82,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3758);
MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA
REPUBLIK INDONESIA KE DALAM MODAL SAHAM PERUSAHAAN PERSEROAN
(PERSERO) PT ANGKASA PURA I.
BAB I
PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL
Pasal 1
Negara Republik Indonesia melakukan penambahan penyertaan modal ke dalam modal saham
Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT Angkasa Pura I, yang didirikan dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 5 Tahun 1992.
Pasal 2
(1) Penambahan penyertaan modal Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1
berupa fasilitas bandar udara pada Bandar Udara Ngurah Rai, Hasanuddin, Sepinggan,
Sam Ratulangi, Adi Sutjipto, Adisumarmo, Selaparang, Achmad Yani, Pattimura,
Frankaisiepo dan Syamsudin Noor yang pembangunannya berasal dari dana Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 1996/1997;
(2) Nilai penambahan penyertaan modal Negara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
sebesar Rp 198.786.985.007,86 (seratus sembilan puluh delapan milyar tujuh ratus
delapan puluh enam juta sembilan ratus delapan puluh lima ribu tujuh rupiah delapan
puluh enam sen), dengan rincian sebagaimana terlampir.
BAB II
PELAKSANAAN PENAMBAHAN
PENYERTAAN MODAL
Pasal 3
Pelaksanaan penambahan penyertaan modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal saham
Perusahaan Perseroan (PERSERO) Angkasa Pura I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1
dilakukan menurut ketentuan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1995, dengan memperhatikan
ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1998 dan
Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 1998 serta peraturan perundang-undangan lainnya yang
berlaku.
BAB III
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 4
Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan bagi pelaksanaan Peraturan Pemerintah ini diatur oleh
Menteri Keuangan.
Pasal 5
Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahui, memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan
penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 26 Mei 1999
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
ttd
BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 26 Mei 1999
MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA
REPUBLIK INDONESIA
ttd
PROF.DR.H.MULADI, S.H.
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1999 NOMOR 85
LAMPIRAN
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR : 40 TAHUN 1999
TANGGAL : 26 MEI 1999
RINCIAN NILAI PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA
PADA PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT ANGKASA PURA I
NO. JENIS NILAI TOTAL
1. Bandara Ngurah Rai-Bali
a. Jalan Rp. 4.056.000,00
b. Pagar Rp. 139.110.000,00
c. Perumahan Rp. 331.872.526,62
d. Rambu-rambu udara Rp. 1.951.293.343,57
e. Pembangkit tenaga listrik Rp. 8.780.000,00
f. Instalasi air Rp. 8.516.000,00
g. Apron Rp. 2.823.197.000,00
h. Kendaraan pemadam kebakaran
(PKP-PK)
Rp. 1.623.586.201,71
Rp. 6.890.411.071,90
2. Bandara Hasanuddin-Ujung Pandang
a. Runway Rp. 19.647.000,00
b. Taxiway Rp. 9.863.647.070,00
c. Jalan Rp. 363.166.000,00
d. Selokan Rp. 2.659.336.000,00
e. Pagar Rp. 433.459.000,00
Rp. 13.339.255.070,00
3. Bandara Adi Sutjipto-Yogyakarta
a. Runway Rp. 9.257.597.120,00
b. Apron Rp. 83.794.000,00
c. Tanah Rp. 7.454.327.110,00
d. jalan Rp. 1.843.972.011,00
e. Selokan Rp. 101.389.000,00
f. Pagar Rp. 242.728.218,89
g. Gedung-gedung Rp. 377.037.687,00
h. Alat telekomunikasi Rp. 676.452.616,00
i. Approach light Rp. 257.066.000,00
j. Runway light Rp. 1.235.149.092,40
k. Instalasi listrik Rp. 1.143.693.568,00
l. Lain-lain bangunan lapangan Rp. 55.625.000,00
m Pembangkit tenaga listrik Rp. 59.287.000,00
n. Pendingin udara (AC) Rp. 7.260.000,00
Rp. 22.795.378.423,29
4. Bandara Sepinggan Balikpapan
a. Tanah Rp. 27.548.703.050,61
b. Jalan Rp. 86.986.900,00
c. Taman Rp. 37.502.850,00
d. Pagar Rp. 11.315.888,27
e. Parkir dan lapangan Rp. 176.243.730,90
f. Lain-lain bangunan lapangan Rp. 6.729.011.069,98
g. Gedung kantor Rp. 35.351.760.806,70
h. Gedung-gedung lain Rp. 250.000.000,00
I. Alat telekomunikasi Rp. 135.938.384,37
j. Alat-alat besar Rp. 513.697.395,07
k. Kendaraan pemadam
kebakaran (PKP-PK)
Rp. 2.045.650.759,30
l. Exhaust Fan Rp. 71.821.797,89
m. Lain-lain instalasi listrik Rp. 1.566.327.164,84
n. Hydran Rp. 27.925.476,24
o. Instalasi air Rp. 2.218.719.866,44
p. Pendingin udara (AC) Rp. 1.266.618.360,10
q. Telepon Rp. 50.181.091,28
r. Public information system Rp. 10.307.436,59
s. Rupa-rupa aktiva tetap lain Rp. 113.716.211,57
t. Alat telekomunikasi udara Rp. 2.484.564.499,00
Rp. 80.696.992.739,15
5. Bandara Sam Ratulangi-Manado
a. Approach light Rp. 5.199.914.885,70
b. Instalasi listrik Rp. 48.581.324,00
Rp. 5.248.496.209,70
6. Bandara Adisumarmo-Surakarta
a. Runway Rp. 17.299.012.000,00
b. Apron Rp. 6.754.176.000,00
c. Tanah Rp. 3.147.481.600,00
d. Gedung-gedung lain Rp. 43.560.000,00
e. Pembangkit tenaga listrik Rp. 1.060.178.537,15
f. Gardu, trafo tenaga listrik Rp. 729.797.656,55
g. Runway light Rp. 4.389.893.798,40
h. Lain-lain instalasi listrik Rp. 136.981.235,89
i. Pendingin udara (AC) Rp. 32.071.565,01
j. Kendaraan pemadam
kebakaran (PKP-PK)
Rp. 2.160.297.669,28
Rp. 35.753.450.062,28
7. Bandara A. Yani-Semarang
a. Runway Rp. 4.408.477.000,00
b. Pagar Rp. 380.277.000,00
c. Gedung-gedung Rp. 70.831.000,00
d. Runway light Rp. 1.839.813.158,21
e. Kendaraan pemadam
kebakaran (PKP-PK)
Rp. 1.723.568.938,24
f. Gedung-gedung lain Rp. 32.806.761,00
g. Rambu-rambu udara Rp. 404.762.551,00
h. Pembangkit tenaga listrik Rp. 56.043.000,00
Rp. 8.916.579.408,45
8. Bandara Pattimura-Ambon
a. Tanah Rp. 1.045.000,00
b. Jalan Rp. 161.500.000,00
c. Alat telekomunikasi Rp. 272.389.000,00
d. Alat meteorologi Rp. 1.970.100.000,00
e. Rambu-rambu udara Rp. 2.355.959.777,39
f. Pagar Rp. 91.625.000,00
g. Gedung-gedung Rp. 18.340.000,00
h. Approach light Rp. 2.428.520.490,85
j. Kendaraan pemadam
kebakaran (PKP-PK)
Rp. 1.654.499.712,18
k. Peralatan security Rp. 436.337.500,00
Rp. 9.390.316.480,42
9. Bandara Frankaisiepo-Biak
a. Alat telekomunikasi Rp. 937.887.423,60
b. Kendaraan pemadam
kebakaran (PKP-PK)
Rp. 1.637.955.179,71
Rp. 2.575.842.603,31
10. Bandara Syamsudin Noor
a. Runway Rp. 4.128.842.575,00
b. Gedung-gedung Rp. 15.342.000,00
c. Terminal Rp. 2.350.682.000,00
d. Rambu-rambu udara Rp. 405.534.310,00
e. Instalasi listrik Rp. 608.646.000,00
Rp. 7.509.046.885,00
11. Bandara Selaparang-Mataram
a. Runway Rp. 2.949.726.000,00
b. Taxiway Rp. 571.825.000,00
c. Selokan Rp. 14.500.000,00
d. Gedung-gedung Rp. 21.250.000,00
e. Alat komunikasi Rp. 17.325.000,00
f. Pendingin udara (AC) Rp. 45.184.000,00
g. Peralatan security Rp. 439.837.500,00
h. Approach light Rp. 1.611.568.554,49
Rp. 5.671.216.054,49
Jumlah Total Rp. 198.786.985.007,86
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
ttd
BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close